Skip to main content

61. Surat Ash-Shaff


تَفْسِيرُ سُورَةِ الصَّفِّ
(Barisan)
Makkiyyah atau Madaniyyah, 14 ayat Turun Sesudah Surat At-Taghabun
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Adam, telah menceritakan kepada kami Ibnul Mubarak, dari Al-Auza'i, dari Yahya ibnu Abu Kasir, dari Abu Salamah, dari Ata ibnu Yasar, dari Abu Salamah, dari Abdullah ibnu Salam yang mengatakan, "Kami berbincang-bincang sesama kami untuk menentukan siapa di antara kami yang bersedia menghadap kepada Rasulullah Saw. untuk menanyakan kepadanya, 'Amal apakah yang paling disukai oleh Allah?' Ternyata tiada seorang pun dari kami yang berdiri menyanggupinya. Maka Rasulullah Saw. mengundang kami seorang demi seorang hingga kami semua terkumpulkan, lalu beliau Saw. membacakan kepada kami surat ini, yakni surat Ash-Shaff seluruhnya." Demikianlah menurut riwayat Imam Ahmad.
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Abbas ibnul Walid ibnu Marsad Al-Bairuni secara qiraah. Ia mengatakan telah menceritakan kepadaku ayahku, bahwa ia pernah mendengar Al-Auza'i mengatakan bahwa telah menceritakan kepadaku Yahya ibnu Abu Kasir, telah menceritakan kepadaku Abu Salamah, dari Abdur Rahman, telah menceritakan kepadaku Abdullah ibnu Salam, bahwa sejumlah sahabat Rasulullah Saw. mengatakan, "Sebaiknya kita mengutus seseorang dari kita kepada Rasulullah Saw. untuk menanyakan kepada beliau tentang amal perbuatan yang paling baik." Ternyata tiada seorang pun dari kami yang pergi untuk menghadap kepada Rasulullah Saw. karena kami merasa segan menanyakan hal tersebut kepada beliau Saw.
Tidak lama kemudian Rasulullah Saw. mengundang orang-orang tersebut seorang demi seorang, hingga semuanya terkumpulkan, dan diturunkanlah surat ini berkenaan dengan mereka, yaitu surat Ash-Shaff. Abdullah ibnu Salam mengatakan bahwa lalu Rasulullah Saw. membacakan surat ini seluruhnya kepada kami. Abu Salamah mengatakan bahwa Abdullah ibnu Salam telah membacakan surat ini seluruhnya kepada kami. Yahya ibnu Abu Kasir mengatakan bahwa Abu Salamah telah membacakan surat ini seluruhnya kepada kami. Al-Auza'i mengatakan bahwa Yahya ibnu Abu Kasir telah membacakan surat ini seluruhnya kepada kami. Ayahku mengatakan bahwa Al-Auza'i telah membacakan surat ini seluruhnya kepada kami.
Imam Turmuzi telah meriwayatkannya dari Abdullah ibnu Abdur Rahman Ad-Darimi, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Kasir, dari Al-Auza'i, dari Yahya ibnu Abu Kasir, dari Abu Salamah, dari Abdullah ibnu Salam yang menceritakan bahwa di suatu hari kami sahabat Rasulullah sedang duduk-duduk, lalu kami saling mengingatkan, dan kami pun mengatakan bahwa seandainya kami mengetahui amal yang paling disukai oleh Allah, tentulah kami akan mengerjakannya. Lalu turunlah firman-Nya:
سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ
Bertasbih kepada Allah apa saja yang ada di langit dan bumi; dan Dialah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tiada kamu perbuat? (Ash-Shaff: 1-2)
Abdullah ibnu Salam mengatakan bahwa lalu Rasulullah Saw. membacakannya kepada kami. Abu Salamah mengatakan bahwa Ibnu Salam membacakannya kepada kami. Yahya mengatakan bahwa Abu Salamah membacakannya kepada kami. Ibnu Kasir mengatakan bahwa Al-Auza'i telah membacakannya kepada kami. Abdullah mengatakan bahwa Ibnu Kasir telah membacakannya kepada kami. Kemudian Imam Turmuzi mengatakan bahwa Muhammad ibnu Kasir dalam sanad hadis ini yang bersumber dari Al-Auza'i dipertentangkan.
Ibnul Mubarak telah meriwayatkan dari Abu Salamah, dari Al-Auza'i, dari Yahya ibnu Abu Kasir, dari Hilal ibnu Abu Maimunah, dari Ata ibnu Yasar, dari Abdulah ibnu Salam, atau dari Abu Salamah, dari Abdullah ibnu Salam. Menurut hemat saya, hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dari Ma'mar, dari Ibnul Mubarak dengan sanad yang sama.
Imam Turmuzi mengatakan bahwa Al-Walid ibnu Muslim telah meriwayatkan hadis ini dari Al-Auza'i dengan riwayat yang semisal dengan apa yang diriwayatkan oleh Muhammad ibnu Kasir. Menurut hemat saya, hal yang sama telah diriwayatkan oleh Al-Walid ibnu Yazid, dari Al-Auza'i dengan sanad yang semisal dengan apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Kasir.
Menurut hemat saya, telah menceritakan pula kepadaku akan hadis ini Syekh Al-Musnid Abul Abbas alias Ahmad ibnu Abu Talib Al-Hajjar melalui bacaan yang dikemukakan kepadanya, sedangkan aku mendengarkannya, bahwa telah menceritakan kepada kami Abul Hasan ibnu Abdur Rahman ibnul Muzaffar ibnu Muhammad ibnu Daud Ad-Daudi, telah menceritakan kepada kami Abu Muhammad alias Abdullah ibnu Ahmad ibnu Hamawaih As-Sarkhasi, telah menceritakan kepada kami Isa ibnu Umar ibnu Imran As-Samarqandi, telah menceritakan kepada kami Imam Al-Hafiz Abu Muhammad ibnu Abdur Rahman Ad-Darimi berikut semua sanadnya, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Kasir, dari Al-Auza'i, lalu disebutkan sanad yang semisal. Pembacaan riwayat ini dilakukan oleh kami secara berantai hingga sampai pada guru kami Abul Abbas Al-Hajjar, beliau tidak membacakannya karena beliau adalah seorang tuna netra, dan waktunya sempit untuk mengutarakan riwayat ini kepadanya. Tetapi telah menceritakan kepadaku Al-Hafiz Al-Kabir Abu Abdullah Muhammad ibnu Ahmad ibnu Usman Az-Zahabi, telah menceritakan kepada kami Al-Qadi Taqiyud Din ibnu Sulaiman ibnu Syekh Abu Amr, dan telah menceritakan kepada kami Abul Manja ibnul Litti, lalu disebutkanlah riwayat ini lengkap dengan sanadnya, dan darinya riwayat ini sampai kepadaku, dan ia membacakannya dengan lengkap kepadaku.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
More:


Comments

Popular posts from this blog

Tafsir Surat An-Nas, ayat 1-6

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (1) مَلِكِ النَّاسِ (2) إِلَهِ النَّاسِ (3) مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ (4) الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ (5) مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ (6) Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia . Ketiga ayat yang pertama merupakan sebagian dari sifat-sifat Allah Swt. yaitu sifat Rububiyah (Tuhan), sifat Al-Mulk (Raja), dan sifat Uluhiyyah (Yang disembah). Dia adalah Tuhan segala sesuatu, Yang memilikinya dan Yang disembah oleh semuanya. Maka segala sesuatu adalah makhluk yang diciptakan-Nya dan milik-Nya serta menjadi hamba-Nya. Orang yang memohon perlindungan diperintahkan agar dalam permohonannya itu menyebutkan sifat-sifat tersebut agar dihindarkan dari kejahatan godaan yang bersembunyi, yaitu setan yang selalu mendampingi...

Tafsir Surat Al-Ikhlas, ayat 1-4

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (1) اللَّهُ الصَّمَدُ (2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (4) Katakanlah, "Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula-diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.” Dalam pembahasan yang terdahulu telah disebutkan latar belakang penurunannya. Ikrimah mengatakan bahwa ketika orang-orang Yahudi berkata, "Kami menyembah Uzair anak Allah." Dan orang-orang Nasrani mengatakan, "Kami menyembah Al-Masih putra Allah." Dan orang-orang Majusi mengatakan, "Kami menyembah matahari dan bulan." Dan orang-orang musyrik mengatakan.”Kami menyembah berhala." Maka Allah menurunkan firman-Nya kepada Rasul-Nya: {قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ} Katakanlah.”Dialah Allah Yang Maha Esa.” (Al-Ikhlas: 1) Yakni Dialah Tuhan Yang Satu, Yang Esa, Yang tiada tandingan-Nya, tiada pembantu-Nya, tiada lawan-Nya, tiada ya...

Latar Belakang Turunnya Surat dan Keutamaannya

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa'id alias Muhammad ibnu Maisar As-Saghani, telah menceritakan kepada kami Abu Ja'far Ar-Razi, telah menceritakan kepada kami Ar-Rabi' ibnu Anas, dari Abu Aliyah, dari Ubay ibnu Ka'b, bahwa orang-orang musyrik berkata kepada Nabi Saw.”Hai Muhammad, gambarkanlah kepada kami tentang Tuhanmu. Maka Allah menurunkan firman-Nya: Katakanlah, "Dialah Allah Yang Mahaesa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan-Nya ."(Al-Ikhlas: 1-4) Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Turmuzi dan Ibnu Jarir, dari Ahmad ibnu Mani' —Ibnu Jarir menambahkan— dan Mahmud ibnu Khaddasy, dari Abu Sa'id Muhammad ibnu Maisar dengan sanad yang sama. Ibnu Jarir dan Imam Turmuzi menambahkan bahwa as-samad artinya Tuhan Yang tidak beranak dan tidak diperanakan. Karena sesungguhnya tiada sesuatu pun yang ...